Dalam mengarungi hidup yang penuh dengan tantangan dan rintangan ini, kita harus memiliki prinsip dan filosofi hidup yang positif dan senantiasa memberikan motivasi dan sugesti diri untuk menjadi pribadi yang unggul dan dapat bermanfaat bagi diri sendiri serta bagi orang lain.
Filosofi hidup yang senantiasa penulis pegang teguh sebagai motivasi dan sugesti positif adalah filosofi dari Keramik. Secara etimologi kata Keramik berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran.
Filosofi hidup yang dapat dipetik dari filosofi keramik adalah sebagai sebuah proses hidup yang harus dijalani seseorang, untuk dapat menjadi pribadi yang jauh lebih bernilai dari sebelumnya.
Keramik dibuat dari tanah liat, pertanyaan saya: di mana tanah berada? di atas atau di bawah? Posisi tanah PASTI di bawah.
Perlakuan apa yang sering dialami oleh tanah? tanah sudah PASTI DIINJAK, DIGILAS, bahkan (maaf) DIKENCINGI.
Bagaimana agar tanah liat tersebut dapat memiliki nilai yang lebih tinggi, lebih mulia dan lebih dihormati bagi yang memilikinya?
Tanah liat tersebut harus mau melewati proses panjang yang tidak mudah dan penuh dengan tantangan. Tanah liat harus mau dibentuk dan dibakar dalam suhu yang sangat panas yakni sekitar 1000°C. Setelah dibentuk dan dibakar dalam suhu yang sangat panas, selanjutnya dilakukan polesan, pemberian motif dan warna dengan penuh cita rasa tinggi. Sehingga pada akhirnya tanah liat tersebut saat ini telah berubah menjadi sebuah Keramik yang memiliki nilai seni tinggi, berharga mahal, ditempatkan pada tempat yang layak, dihormati, dijaga dan dipuja.
Filosofi keramik ini adalah sebuah motivasi dan sugesti positif bagi diri kita, bahwa untuk dapat menjadi orang yang memiliki nilai atau derajat yang lebih tinggi, maka diperlukan adanya kerja keras dan kerja cerdas.
Kerja keras adalah energi kita, yakni dengan mengoptimalkan kemampuan diri untuk senantiasa kreatif dan inovatif dalam setiap usaha maupun ikhtiar yang kita lakukan dalam upaya meraih tujuan. Sedangkan kerja cerdas adalah sebagai kendalinya, yakni mensinergikan upaya dari kerja keras seluruh sumber daya diri yang dimiliki secara efektif dan efisien.
“Kerja keras adalah energi kita“, kalimat yang indah dan penuh dengan makna mendalam tersebut saat ini juga menjadi slogan yang digunakan oleh PT.Pertamina (Persero) Indonesia dalam kegiatan Pertamina Blog Contest 2009. Berdasarkan informasi yang diperoleh dalam situs http://pertamina.com, diketahui bahwa PERTAMINA merupakan perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia (National Oil Company) berdiri sejak 10 Desember 1957 dengan nama PT PERMINA, saat ini telah berubah bentuk menjadi PT. Persero yang bergerak di bidang energi, petrokimia dan usaha lain yang menunjang bisnis Pertamina, baik di dalam maupun di luar negeri yang berorientasi pada mekanisme pasar.
Slogan “Kerja Keras Adalah Energi Kita“ sangat sesuai, selaras dan bersinergi dengan visi misi yang dimiliki oleh Pertamina. Visi “Menjadi Perusahaan Minyak Nasional Kelas Dunia” membutuhkan kerja keras dari seluruh lini dan komponen sumber daya yang terdapat pada Pertamina, iklim usaha yang positif, stabilitas ekonomi politik, dan dukungan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Untuk dapat mewujudkan visinya tersebut, tepatlah kiranya penetapan misi dari Pertamina yakni “Menjalankan usaha inti minyak, gas, dan bahan bakar nabati secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat”
Dalam hal ini Penulis memberikan beberapa pandangannya terkait dalam hal upaya perwujudan Visi dan Misi Pertamina.
- Pertamina senantiasa berupaya yang terbaik bagi kemaslahatan bangsa dan negara Republik Indonesia tercinta ini.
- Minyak merupakan sumber daya yang terbatas, oleh sebab itu perlu dikelola dengan baik, terintegrasi dan bertanggung jawab.
- Salah satu bentuk kerja keras Pertamina dalam mengatasi dan mengelola minyak sebagai sumber daya yang terbatas, adalah program konversi minyak tanah ke LPG 3 kilogram yang telah menuai keberhasilan secara spektakuler.
- Kerja keras Pertamina tersebut telah berhasil melakukan penghematan sebesar Rp. 10,7 triliun Subsidi BBM, wajar jika hasil kerja keras tersebut memperoleh penghargaan dari Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI (Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I) yakni Bapak Purnomo Yusgiantoro.
Luar biasa! itulah buah manis dari hasil kerja keras yang tak kenal lelah dari Pertamina dalam mengabdi bagi bangsa dan negara Republik Indonesia tercinta ini.
Menurut penulis, senyum bahagia, do’a dan harapan seluruh masyarakat Indonesia akan terciptanya kehidupan yang lebih baik adalah merupakan sumber energi terbesar bagi Pertamina untuk senantiasa bekerja keras dan tanpa lelah mengabdi untuk bangsa dan negara.
Kerja Keras adalah Energi Kita! Pertamina menjadikan kalimat itu sebagai sebuah stimulus bagi seluruh komponen bangsa, agar senantiasa memiliki semangat pantang menyerah, kreatif, inovatif dalam mengoptimalkan seluruh sumber daya yang kita milliki secara efektif dan efisien, bagi tercapainya tujuan dan cita-cita.
Sebagaimana layaknya filosofi keramik yang telah penulis paparkan, maka sudah selayaknya kita tanamkan dalam diri kita tentang prinsip Kerja Keras sebagai Energi dalam meraih cita-cita. Kerja keras adalah energi kita!