<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Populasi dan Sampel (Population and Sample)</title>
	<atom:link href="http://boeditea.web.id/2009/09/08/populasi-dan-sampel-population-and-sample/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://boeditea.web.id/2009/09/08/populasi-dan-sampel-population-and-sample/</link>
	<description>Diktat dan modul kuliah Manajemen, bimbingan skripsi dan thesis, aneka referensi, konsultasi statistik untuk skripsi dan thesis, tips dan trik</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 02:05:11 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: boeditea</title>
		<link>http://boeditea.web.id/2009/09/08/populasi-dan-sampel-population-and-sample/comment-page-1/#comment-459</link>
		<dc:creator>boeditea</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 02:45:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://boeditea.web.id/?p=147#comment-459</guid>
		<description>@Anne: sebagaimana telah saya jelaskan: &quot;Sampling aksidental adalah teknik penentuan sample berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sample, bila dipandang orang tersebut cocok sebagai sumber data.
Dalam hal ini Anda akan menjadikan para pengunjung Bank (nasabah) sebagai sampel Anda. Apabila Anda akan menentukan sampel dengan aksidental, maka beberapa hal berikut ini perlu Anda pertimbangkan:
1. Lama waktu yang diberikan oleh Bank kepada Anda dalam memberikan kuesioner kepada para pengunjung (nasabahnya). Biasanya pihak Bank hanya menyediakan/mengizinkan waktu yang sangat terbatas (1 hari).
2. Optimalkan waktu yang diberikan oleh Bank kepada Anda dalam melakukan penelitian.
3. Jumlah responden yang bersedia mengisi dan mengembalikan kuesioner kepada Anda dalam kurun waktu pengumpulan data, itulah jumlah sampel Anda. Jangan lupa untuk menjelaskan alasannya dalam penelitian Anda (Contoh: Sampel dipilih secara aksidental sebanyak 100 responden, yakni para nasabah yang ditemui selama pengumpulan data di lapangan, yang bersedia mengisi dan mengembalikan kuesioner kepada penulis)
4. Akan lebih bagus lagi kalau Anda dapat meminta informasi kepada pihak Bank, berapa banyak jumlah nasabah (misal nasabah Tabungan) yang mereka miliki. Sehingga jumlah sampel benar2 dapat merepresentasikan dari ketersediaan populasi.
Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Anne: sebagaimana telah saya jelaskan: &#8220;Sampling aksidental adalah teknik penentuan sample berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sample, bila dipandang orang tersebut cocok sebagai sumber data.<br />
Dalam hal ini Anda akan menjadikan para pengunjung Bank (nasabah) sebagai sampel Anda. Apabila Anda akan menentukan sampel dengan aksidental, maka beberapa hal berikut ini perlu Anda pertimbangkan:<br />
1. Lama waktu yang diberikan oleh Bank kepada Anda dalam memberikan kuesioner kepada para pengunjung (nasabahnya). Biasanya pihak Bank hanya menyediakan/mengizinkan waktu yang sangat terbatas (1 hari).<br />
2. Optimalkan waktu yang diberikan oleh Bank kepada Anda dalam melakukan penelitian.<br />
3. Jumlah responden yang bersedia mengisi dan mengembalikan kuesioner kepada Anda dalam kurun waktu pengumpulan data, itulah jumlah sampel Anda. Jangan lupa untuk menjelaskan alasannya dalam penelitian Anda (Contoh: Sampel dipilih secara aksidental sebanyak 100 responden, yakni para nasabah yang ditemui selama pengumpulan data di lapangan, yang bersedia mengisi dan mengembalikan kuesioner kepada penulis)<br />
4. Akan lebih bagus lagi kalau Anda dapat meminta informasi kepada pihak Bank, berapa banyak jumlah nasabah (misal nasabah Tabungan) yang mereka miliki. Sehingga jumlah sampel benar2 dapat merepresentasikan dari ketersediaan populasi.<br />
Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anne</title>
		<link>http://boeditea.web.id/2009/09/08/populasi-dan-sampel-population-and-sample/comment-page-1/#comment-458</link>
		<dc:creator>anne</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 03:22:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://boeditea.web.id/?p=147#comment-458</guid>
		<description>mhn bantuannya.. jika saya menggunakan accidental sampling apakah berarti jumlah populasinya tak terbatas? lalu menentukan jumlah sampelnya bagaimana? rencana penelitian saya menyebar kuisioner di bank, dgn sampel nasabah yg sy temui saat menyebar kuisioner... mohon bantuannya... trimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mhn bantuannya.. jika saya menggunakan accidental sampling apakah berarti jumlah populasinya tak terbatas? lalu menentukan jumlah sampelnya bagaimana? rencana penelitian saya menyebar kuisioner di bank, dgn sampel nasabah yg sy temui saat menyebar kuisioner&#8230; mohon bantuannya&#8230; trimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Budi Setiawan</title>
		<link>http://boeditea.web.id/2009/09/08/populasi-dan-sampel-population-and-sample/comment-page-1/#comment-450</link>
		<dc:creator>Budi Setiawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 09:08:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://boeditea.web.id/?p=147#comment-450</guid>
		<description>@Sammy: namanya juga aksidental... yaa gak pake rumus mas... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Sammy: namanya juga aksidental&#8230; yaa gak pake rumus mas&#8230; <img src='http://boeditea.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sammy jelek</title>
		<link>http://boeditea.web.id/2009/09/08/populasi-dan-sampel-population-and-sample/comment-page-1/#comment-447</link>
		<dc:creator>sammy jelek</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 06:21:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://boeditea.web.id/?p=147#comment-447</guid>
		<description>terimakasih atas informasinya.
tapi saya masih belum mendapatkan rumus sampel aksidental.
saya masih bingung.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terimakasih atas informasinya.<br />
tapi saya masih belum mendapatkan rumus sampel aksidental.<br />
saya masih bingung.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cynthia</title>
		<link>http://boeditea.web.id/2009/09/08/populasi-dan-sampel-population-and-sample/comment-page-1/#comment-445</link>
		<dc:creator>cynthia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 10:58:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://boeditea.web.id/?p=147#comment-445</guid>
		<description>saya mo tanya judul penelitian saya, Tanggapan pemirsa terhadap program kuliner..
dan saya menggunakan metode purposive sampling.
klo menurut dosen saya,purposive lsg ditentukan saja, jumlah berapa penonton yang menonton program tsb?
dan saya masih bingung ..
klo jumlah populasi nya ada 172 orang, 
dan utk menentukan sampling, apa kah bsa langsung yg menonton program tsb jumlahnya ada berapa?
apakah saya perlu menggunakan rumus utk menentukan sampling?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mo tanya judul penelitian saya, Tanggapan pemirsa terhadap program kuliner..<br />
dan saya menggunakan metode purposive sampling.<br />
klo menurut dosen saya,purposive lsg ditentukan saja, jumlah berapa penonton yang menonton program tsb?<br />
dan saya masih bingung ..<br />
klo jumlah populasi nya ada 172 orang,<br />
dan utk menentukan sampling, apa kah bsa langsung yg menonton program tsb jumlahnya ada berapa?<br />
apakah saya perlu menggunakan rumus utk menentukan sampling?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ary</title>
		<link>http://boeditea.web.id/2009/09/08/populasi-dan-sampel-population-and-sample/comment-page-1/#comment-441</link>
		<dc:creator>ary</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 00:57:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://boeditea.web.id/?p=147#comment-441</guid>
		<description>populasi saya 286 orang ,,saya memakai purposive sampling ,,,rumus apa yang bisa saya pakai ..............yamane atau solvin ,,mohon masukkannya ??kirim ke email saya pak ...thx a heap</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>populasi saya 286 orang ,,saya memakai purposive sampling ,,,rumus apa yang bisa saya pakai &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..yamane atau solvin ,,mohon masukkannya ??kirim ke email saya pak &#8230;thx a heap</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aji</title>
		<link>http://boeditea.web.id/2009/09/08/populasi-dan-sampel-population-and-sample/comment-page-1/#comment-394</link>
		<dc:creator>Aji</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 05:31:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://boeditea.web.id/?p=147#comment-394</guid>
		<description>Pak Budi saya juga ada permasalahan ttg Populasi dan Sample. Penelitian saya judulnya &quot;Efektifitas Billboard di alun Pada Masyarakat Kota Magelang Berdasarkan EPIC Model&quot;. Saya menggunakan metode Survei Deskriptif dengan teknik sampling Accidental yaitu dengan mengambil sampel pada orang2 yang ditemui di Alun2 saat penelitian. tp kendalanya saya tidak punya data jumlah pengunjung Alun2 jd saya bingung menentukan jumlah sampelnya. Bagaimana saya menentukan jumlah sampelnya, pakai rumus apa, atau sesuai kemampuan peneliti saja?
Atau saya harus ganti teknik sampling yang lebih sesuai dan representatif..?

Tolong balas jg ke email saya (i_stiaji@yahoo.co.id)

Trimakasih Banyak..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Budi saya juga ada permasalahan ttg Populasi dan Sample. Penelitian saya judulnya &#8220;Efektifitas Billboard di alun Pada Masyarakat Kota Magelang Berdasarkan EPIC Model&#8221;. Saya menggunakan metode Survei Deskriptif dengan teknik sampling Accidental yaitu dengan mengambil sampel pada orang2 yang ditemui di Alun2 saat penelitian. tp kendalanya saya tidak punya data jumlah pengunjung Alun2 jd saya bingung menentukan jumlah sampelnya. Bagaimana saya menentukan jumlah sampelnya, pakai rumus apa, atau sesuai kemampuan peneliti saja?<br />
Atau saya harus ganti teknik sampling yang lebih sesuai dan representatif..?</p>
<p>Tolong balas jg ke email saya (i_stiaji@yahoo.co.id)</p>
<p>Trimakasih Banyak..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: didii kartika</title>
		<link>http://boeditea.web.id/2009/09/08/populasi-dan-sampel-population-and-sample/comment-page-1/#comment-387</link>
		<dc:creator>didii kartika</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 06:31:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://boeditea.web.id/?p=147#comment-387</guid>
		<description>saya lagi mngerjakan skripsi, tapi jumlah populasi saya dbwah 100, saya minta bantuan rekan2 kira2 sampling ap yg paling cocok yaa? thanksss..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya lagi mngerjakan skripsi, tapi jumlah populasi saya dbwah 100, saya minta bantuan rekan2 kira2 sampling ap yg paling cocok yaa? thanksss..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: boedi</title>
		<link>http://boeditea.web.id/2009/09/08/populasi-dan-sampel-population-and-sample/comment-page-1/#comment-379</link>
		<dc:creator>boedi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 02:13:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://boeditea.web.id/?p=147#comment-379</guid>
		<description>@Hendra:
Sampling jenuh adalah teknik penentuan sample bila semua anggota populasi digunakan sebagai sample. Istilah lain dari sample jenuh adalah sensus.
SANGAT JELAS, bahwa dengan sample jenuh ini berarti anda menetapkan seluruh anggota populasi sebagai sampel anda. Untuk mempermudah anda memahaminya saya berikan contoh sebagai berikut:
Misal anda ingin meneliti UKM pengrajin sepatu di wilayah anda, UKM tersebut berjumlah 5 pengrajin.. apabila anda memutuskan untuk menetapkan kelima pengrajin itu sebagai responden anda, maka berarti anda telah menetapkan sampel jenuh (sensus).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Hendra:<br />
Sampling jenuh adalah teknik penentuan sample bila semua anggota populasi digunakan sebagai sample. Istilah lain dari sample jenuh adalah sensus.<br />
SANGAT JELAS, bahwa dengan sample jenuh ini berarti anda menetapkan seluruh anggota populasi sebagai sampel anda. Untuk mempermudah anda memahaminya saya berikan contoh sebagai berikut:<br />
Misal anda ingin meneliti UKM pengrajin sepatu di wilayah anda, UKM tersebut berjumlah 5 pengrajin.. apabila anda memutuskan untuk menetapkan kelima pengrajin itu sebagai responden anda, maka berarti anda telah menetapkan sampel jenuh (sensus).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: boedi</title>
		<link>http://boeditea.web.id/2009/09/08/populasi-dan-sampel-population-and-sample/comment-page-1/#comment-378</link>
		<dc:creator>boedi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 02:08:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://boeditea.web.id/?p=147#comment-378</guid>
		<description>@Indra: populasi 201 mhs, kemudian anda mengambil sampel hanya 64 mhs. Pertanyaan saya apa dasar anda menetapkan jumlah sampel sebanyak 64 mhs tsb? Ini biasanya akan ditanyakan oleh dosen penguji skripsi. Apakah anda menetapkannya dengan metode acak sederhana?
Kalau jawabannya demikian, berarti ada beberapa hal yang harus anda perhatikan:
1. Penarikan sampel acak sederhana merupakan sebuah metode untuk memilih n unit dari N sehingga setiap elemen dari NCn sampel yang berbeda memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih.
2. Dalam prakteknya, penarikan sampel acak sederhana dipilih unit per unit
3. Unit-unit dalam populasi diberi nomor 1 sampai dengan N.
4. Serangkaian bilangan acak antara 1 dan N kemudian dipilih, dengan cara menggunakan sebuah tabel bilangan acak (biasanya tabel ini ada di setiap buku-buku Statistik)
5. Pada setiap penarikan, proses yang digunakan harus memberikan kesempatan terpilih yang sama untuk setiap bilangan dalam populasi.
6. Unit-unit yang terpilih ini sebanyak n merupakan sampel.
Dalam perencanaan sampel survei, pertama kali yang harus dilakukan adalah menetapkan keputusan tentang besarnya sampel. Keputusan ini sangat penting, jika terlalu besar sampel yang diambil maka akan menjadi pemborosan sumber daya dan jika terlalu kecil sampelnya akan mengurangi manfaat hasil.
Langkah utama dalam pemilihan sampel adalah sebagai berikut:
1. Harus ada beberapa pertanyaan mengenai apa yang diharapkan dari sampel. Pernyataan ini berhubungan dengan batas kesalahan yang diinginkan
2. Beberapa persamaan yang mengubungkan n dengan ketelitian sampel yang diharapkan harus dapat dicari. Salah satu dari manfaat penarikan sampel berpeluang memungkinkan persamaan ini dibentuk
3. Persamaan ini akan mengandung sifat-sifat populasi tertentu yang tidak diketahui, sebagai parameter2. Parameter2 ini harus dapat diperkirakan agar memberikan hasil yang khas
4. Sering terjadi bahwa data diterbitkan untuk beberapa subkelompok utama tertentu mengenai populasi dan batas kesalahan yang diinginkan itu disusun untuk setiap subkelompok. Sebuah perhitungan yang terpisah dilakukan untuk n dalam setiap subkelompok, dan total n didapat dengan menjumlahkannya
5. Lebih dari satu item atau karakteristik biasanya diukur dalam sebuah sampel survei
6. Pemilihan nilai n harus ditaksir untuk melihat apakah pemilihan tersebut KONSISTEN dengan sumber daya yang tersedia untuk memperoleh sampel.
Demikian komentar dari saya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Indra: populasi 201 mhs, kemudian anda mengambil sampel hanya 64 mhs. Pertanyaan saya apa dasar anda menetapkan jumlah sampel sebanyak 64 mhs tsb? Ini biasanya akan ditanyakan oleh dosen penguji skripsi. Apakah anda menetapkannya dengan metode acak sederhana?<br />
Kalau jawabannya demikian, berarti ada beberapa hal yang harus anda perhatikan:<br />
1. Penarikan sampel acak sederhana merupakan sebuah metode untuk memilih n unit dari N sehingga setiap elemen dari NCn sampel yang berbeda memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih.<br />
2. Dalam prakteknya, penarikan sampel acak sederhana dipilih unit per unit<br />
3. Unit-unit dalam populasi diberi nomor 1 sampai dengan N.<br />
4. Serangkaian bilangan acak antara 1 dan N kemudian dipilih, dengan cara menggunakan sebuah tabel bilangan acak (biasanya tabel ini ada di setiap buku-buku Statistik)<br />
5. Pada setiap penarikan, proses yang digunakan harus memberikan kesempatan terpilih yang sama untuk setiap bilangan dalam populasi.<br />
6. Unit-unit yang terpilih ini sebanyak n merupakan sampel.<br />
Dalam perencanaan sampel survei, pertama kali yang harus dilakukan adalah menetapkan keputusan tentang besarnya sampel. Keputusan ini sangat penting, jika terlalu besar sampel yang diambil maka akan menjadi pemborosan sumber daya dan jika terlalu kecil sampelnya akan mengurangi manfaat hasil.<br />
Langkah utama dalam pemilihan sampel adalah sebagai berikut:<br />
1. Harus ada beberapa pertanyaan mengenai apa yang diharapkan dari sampel. Pernyataan ini berhubungan dengan batas kesalahan yang diinginkan<br />
2. Beberapa persamaan yang mengubungkan n dengan ketelitian sampel yang diharapkan harus dapat dicari. Salah satu dari manfaat penarikan sampel berpeluang memungkinkan persamaan ini dibentuk<br />
3. Persamaan ini akan mengandung sifat-sifat populasi tertentu yang tidak diketahui, sebagai parameter2. Parameter2 ini harus dapat diperkirakan agar memberikan hasil yang khas<br />
4. Sering terjadi bahwa data diterbitkan untuk beberapa subkelompok utama tertentu mengenai populasi dan batas kesalahan yang diinginkan itu disusun untuk setiap subkelompok. Sebuah perhitungan yang terpisah dilakukan untuk n dalam setiap subkelompok, dan total n didapat dengan menjumlahkannya<br />
5. Lebih dari satu item atau karakteristik biasanya diukur dalam sebuah sampel survei<br />
6. Pemilihan nilai n harus ditaksir untuk melihat apakah pemilihan tersebut KONSISTEN dengan sumber daya yang tersedia untuk memperoleh sampel.<br />
Demikian komentar dari saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
